Sabtu, 01 Juni 2013

Berkata JUJUR Walau Pahit !!





Rasulullah saw bersabda: “sesungguhnya kejujuran akan membimbing pada kebaikan, dan kebaikan itu akan membimbing ke surga, sesungguhnya jika orang yang senantiasa berlaku jujur hingga ia akan dicatat sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya kedustaan itu akan mengantarkan kepada kejahatan, dan sesungguhnya kejahatan itu akan menggiring ke neraka dan sesungguhnya jika seseorang yang selalu berdusta sehingga akan dicatat baginya sebagai seorang pendusta.” (HR. Bukhori)

Kita sebagai hamba Allah harus berkata jujur yaitu keselarasan antara berita dengan kenyataan yang ada. Jadi, kalau suatu berita sesuai dengan keadaan yang ada, maka dikatakan benar/jujur, tetapi kalau tidak, maka dikatakan dusta. Kejujuran itu ada pada ucapan, juga ada pada perbuatan, sebagaimana seorang yang melakukan suatu perbuatan, tentu sesuai dengan yang ada pada batinnya. Seorang yang berbuat riya’ tidaklah dikatakan sebagai seorang yang jujur karena dia telah menampakkan sesuatu yang berbeda dengan apa yang dia sembunyikan (di dalam batinnya). Demikian juga seorang munafik tidaklah dikatakan sebagai seorang yang jujur karena dia menampakkan dirinya sebagai seorang yang bertauhid, padahal sebaliknya. Hal yang sama berlaku juga pada pelaku bid’ah; secara lahiriah tampak sebagai seorang pengikut Nabi, tetapi hakikatnya dia menyelisihi beliau. Yang jelas, kejujuran merupakan sifat seorang yang beriman, sedangkan lawannya, dusta, merupakan sifat orang yang munafik.
Sifat jujur merupakan alamat keislaman, timbangan keimanan, dasar agama, dan juga tanda kesempurnaan bagi si pemilik sifat tersebut. Baginya kedudukan yang tinggi di dunia dan akhirat. Dengan kejujurannya, seorang hamba akan mencapai derajat orang-orang yang mulia dan selamat dari segala keburukan.

Untuk berkata jujur memang terkadang sulit karena berkata jujur itu pait. Artinya tidak semua orang bisa menerima kenyataan dan bagi sebagian orang kenyataan itu bagai musibah. Kita harus menghilangkan perspektif yang menyimpang ini karena sesungguhnya berkata jujur akan membimbing kepada kebaikan dan kebaikan akan membimbing ke surga.

Kejujuran senantiasa mendatangkan berkah, sebagaimana dalam hadist yang diriwayatkan dari Hakim bin Hizam dari Nabi, beliau bersabda,
Penjual dan pembeli diberi kesempatan berfikir selagi mereka belum berpisah. Seandainya mereka jujur serta membuat penjelasan mengenai barang yang diperjualbelikan, mereka akan mendapat berkah dalam jual beli mereka. Sebaliknya, jika mereka menipu dan merahasiakan mengenai apa-apa yang harus diterangkan tentang barang yang diperjualbelikan, maka akan terhapus keberkahannya.”

artikel



UPAYA MENJADI HAMBA ALLAH
Dengan Bersyukur

Jangan butakan mata kita. Hanya sebab sebuah keinginan yang tidak tercapai, lalu kita menjadi manusia pengeluh, yang fokusnya hanya pada kekurangan. Mata kita selalu terbiasa melihat kekurangan. Ini yang biasanya terjadi, selalu dan selalu yang kita lihat kekurangan. Padahal Allah berfirman,

“Dan janganlah engkau tujukan penglihatanmu kepada yang Kami beri kesenangan dengannya berbagai golongan dari mereka berupa perhiasan dunia, supaya Kami menguji mereka padanya, sedang rezeki Tuhanmu lebih baik dan kekal.” (Thâha: 131).

Bila kita tela’ah betapa banyak nikmat Allah kepada kita. Dari mulai terlahir ke dunia hingga sekarang, nikmat Allah tidak pernah berhenti mengalir kepada kita. Dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi, nikmat Allah selalu tercurah. Bahkan, ketika tidur pun nikmat itu tetap ada. Setiap detik yang kita lalui, nikmat Allah tidak pernah putus menghampiri kita. Karena saking banyaknya, mustahil kita mampu menghitungnya (QS. An Nahl : 18).

Kenikmatan yang banyak itu wajib disyukuri oleh setiap orang yang mengaku dirinya beriman kepada Allah dan hari Kiamat, karena kesemuanya itu datang dari Allah ta’ala, Dzat yang tidak membutuhkan sesuatu pun dari para makhluk-Nya, akan tetapi justru merekalah yang sangat membutuhkan Allah (QS. Fathir: 15). Dengan bersyukur, hidup kita akan semakin bahagia dan beruntung. Sebaliknya, dengan mengkufuri nikmat, hidup kita akan semakin sengsara dan penuh dengan kesulitan.

Bersyukur artinya seseorang memuji Allah ta’ala yang telah memberikan berbagai kenikmatan kepadanya. Baik berupa kenikmatan jasmani seperti harta benda, kesehatan, keamanan, anak, istri dan lain sebagainya. Atau yang berupa kenikmatan rohani seperti iman, islam, petunjuk, ilmu yang bermanfaat, pemahaman yang lurus dan benar dalam beragama, selamat dari segala penyimpangan dan kesesatan, rasa senang, lapang dada, hati yang tenang dan lain sebagainya.
Orang yang bersyukur kepada Allah akan mendapatkan banyak keutamaan dan manfaat, diantaranya: Mendapatkan tambahan nikmat dari Allah (QS. Ibrahim : 7), Selamat dari siksaan Allah (QS. An Nisaa’ : 147), Mendapatkan pahala yang besar (QS. Ali ‘Imran : 144).

Agar dapat mewujudkan rasa syukur kepada Allah ta’ala atas segala limpahan nikmat-Nya, maka ada 3 cara yang harus ditempuh oleh seorang hamba, yaitu:

1. Bersyukur Dengan Hati.
Maksudnya seorang hamba mengetahui dan mengakui bahwa semua kenikmatan yang ada pada dirinya itu datangnya dari Allah ta’ala. Tidak boleh sedikit pun merasa bahwa kenikmatan apapun yang dimilikinya baik berupa harta kekayaan, kedudukuan atau jabatan, kesehatan atau kesuksesan lainnya adalah diperoleh karena hasil jerih payanya sendiri, atau karena ilmu dan ketrampilan yang dimilikinya, bukan karena kehendak Allah ta’ala.

2. Bersyukur Dengan Lisan.
Yaitu lisan seorang hamba yang beriman selalu mengucapkan puji syukur kepada Allah setiap kali mendapatkan suatu kenikmatan, baik dengan ucapan Alhamdulillah atau membasahi lidahnya dengan doa dan dzikir yang maknanya mengandung puja-puji syukur kepada-Nya.

3. Bersyukur Dengan Anggota Badan.
Yaitu menjaga dan menjauhkan anggota badan dari segala perbuatan dosa dan maksiat yang mendatangkan dosa dan kemurkaan dari Allah.
Di antara salah satu cara agar kita mampu menjadi hamba Allah yang selalu bersyukur kepada-Nya ialah dengan melihat kepada orang-orang yang derajatnya dalam urusan dunia di bawah kita, seperti melihat masih banyaknya orang yang lebih miskin daripada kita dalam hal harta benda. Atau kita melihat kepada orang-orang yang kurang sempurna dalam hal fisik (cacat jasmani), sementara kita memiliki fisik atau badan yang sempurna dan sehat. Adapun dalam urusan agama dan akhirat (yakni keimanan dan ketaatan, atau ilmu dan amal ibadah), maka hendaknya kita melihat kepada orang-orang yang kedudukannya lebih tinggi daripada kita. Karena dengan demikian, kita semakin terdorong untuk bersemangat dalam menambah keimanan, ilmu agama, dan amal ibadah, serta semakin sungguh-sungguh untuk menjauhi segala perbuatan dosa dan maksiat yang akan menghancurkan dan menyengsarakan kehidupan kita di dunia dan akhirat.
  
“… Jika kamu bersyukur, niscaya akan Kutambah nikmat-Ku padamu, tapi jika kamu lupa akan nikmat-Ku, ingatlah akan azab-Ku yang pedih.” (Ibrâhîm: 7).

Minggu, 14 April 2013

tugas sutradara dkk


·        
Ismi Khumairoh Iskandar
 
Sutradara : Bertugas mengarahkan sebuah film sesuai dengan manuskrip, pembuat film juga digunakan untuk merujuk pada produser film. Seorang sutradara juga berperan dalam membimbing kru teknisi dan para pemeran film dalam merealisasikan kreativitas yang dimilikinya.
·         Astarada : Bertugas mengatur jadwal shooting selama shooting itu berlangsung. Selain jadwal shooting ia juga akan membuat breakdown scene dan calling sheet.
·         Script Supervisor, Script Clerk : Bertugas mencatat seluruh adegan dan pengambilan gambar yang diproduksi. termasuk semua informasi yang diperlukan seperti durasi, arah gerakan, penagrahan mimik wajah, penempatan aktor/aktris dan properti, serta gerakan fisik yang harus disesuaikan aktor/aktris dalam semua cakupan yang berurutan untuk kemungkinan pengambilan gamabar ulang.
·         Kliper : Bertugas memberi tanda pengambilan shot dalam proses produksi.
·         Kameramen : Bertugas mengambil gambar atau mengoperasikan kamera saat diadakan pengambilan gambar/shooting.
·         Asisten Kamera : Bertugas membantu operator kamera. Orang ini bertanggung jawab untuk pemeliharaan dan perawatan kamera, serta mempersiapkan obat bius lembar. Dalam kru kamera yang lebih kecil, mereka juga dapat melakukan tugas genta-loader dan / atau penarik fokus.
·         Chief Lighting : Bertugas mengawasi crew lampu yang menggatungkan lampu dan mengatur berbagai instrumen sumber cahaya.
·         Lighting : Bertugas mengatur pencahayan dalam pembuatan video/film/iklan.
·         Soundman : Bertugas membuat/memilih/merekam suara dan efek-efek suara yang sesuai dengan suasana cerita dalam proses produksi.
·         Asisten Soundman : Bertugas membantu dalam pembuatan atau memilih dan merekam suara dalam proses produksi.
·         Boomer : Bertugas mengoperasikan mikrofon boom.
·         Art Director : Bertugas membuat atau mengatur latar dan setting yang sesuai dengan suasana cerita dalam proses produksi.
·         Art dan Property : Bertugas menyiapkan serta menyediakan alat-alat pendukung dalam proses produksi.
·         Wardrobe Departement : Bertugas memilih kostum yang akan dipergunakan untuk produksi.
·         Make-Up Departement : Bertugas mengatur make up/riasan yang sesuai dengan suasana cerita dalam proses produksi.
·         Unit manager : Bertanggung jawab atas pencapaian target unit setiap bulan & Repayment Rate, menganalisa kharakter pembiayaan secara Risk & persetujuan Unit serta mengkontrol terhadap proses operasional unit
·         Talent coordinator : Bertugas merencanakan,  mengawasi dan menjalankan seluruh pemenuhan keperluan pengisi acara  (diluar kebutuhan pertunjukan) mencakup hal teknis dan non teknis.
·         Pembantu Umum adalah seorang yang bertugas membantu dalam keseluruhan proses produksi dari pra sampai pasca produksi dan biasanya tugasnya tidak pasti pada suatu tempat.
·         Driver adalah seorang yang bertugas menjadi sopir atau pengemudi dalam proses produksi.
·         Generator Operator : Bertugas menyediakan suplai listrik sesuai kebutuhan
masing masing bagian (lighting, sound system dan sebagainya)
, mempersiapkan panel listrik untuk kebutuhan tersebut, memonitor dan memastikan daya yang dikeluarkan generator sesuai kebutuhan, memastikan pemasangan ground (jalur 0) dengan baik, mengkalkulasi kebutuhan bahan bakar untuk menjalankan generator, dan memastikan keamanan instalasi listrik dan panel demi keselamatan.

mengkritisi bahasa dan tulisan pada koran pos kota


Text Box: Ismi Khumairoh Iskandar
1112051000012
Nama Media: Koran Pos Kota
Tanggal Terbit: Senin, 4 Maret 2013
Judul Berita: Jokowi capres paling diunggulkan
            JK: Buktikan dulu janjinya

            Pos Kota adalah salah satu jenis media cetak yang terbit harian. Koran ini membahas tentang hal-hal umum seperti politik, hukum, infotainment, ekonomi, pendidikan dan lain-lain. Setelah saya membaca beberapa judul dari koran Pos Kota edisi Senin, 4 Maret 2013 saya dapat menyimpulkan bahwa bahasa dalam koran ini cukup baik. Namun, ada beberapa kata maupun kalimat yang menggunakan kata tidak baku dan adanya kesalahan pengetikan menjadi kekurangan pada koran ini.
Selanjutnya ada beberapa kalimat yang menggunakan kata tidak baku yaitu diantaranya pada kalimat “Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) makin melejit sebagai calon presiden (capres) 2014-2019 paling potensial mengungguli capres lainnya”. Kata  makin melejit dan paling potensial disini dapat diganti dengan kata baku yaitu dengan menggunakan kata semakin terkenal sebagai pengganti makin melejit dan kata sangat potensial untuk kalimat paling potensial. Sehingga menjadi “Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) semakin terkenal sebagai calon presiden (capres) 2014-2019 sangat potensial mengungguli capres lainnya”.
Tidak hanya kata maupun kalimat yang menggunakan kata tidak baku, dalam koran ini terdapat pula bermacam majas diantaranya pada kalimat “jika pemilu ini digelar” , “nama Jokowi lebih laris manis dibanding survei capres 2012” dan “Jokowi sedang naik daun”.

PENGALAMAN SAYA MEMAKAI HIJAB


Ismi Khumairoh Iskandar
1112051000012
 

Salah satu pengalaman saya sebagai orang islam adalah ketika saya memakai hijab. Saya telah istiqomah memakai hijab sejak saya duduk di kelas 3 SD, kala itu saya sekolah di salah satu pesantren di jawa timur yaitu SD al-Muqaddasah. Saya enggan untuk memperlihatkan sedikitpun aurat saya, saya merasa ada yang kurang, risih bahkan takut apabila saya tidak menggunakan hijab.
Namun, semakin dewasa rasa takut itu mulai hilang terutama ketika saya duduk dibangku SMA. Semuanya sudah mulai berantakan, melihat ibu dan kakak saya sudah tidak lagi menggunakan hijab di tambah broken home yang saya alami hingga membuat psikologi dalam diri saya tidak baik.
Kala itu saya berfikir bahwa dengan tidak menggunakan hijab akan terlihat lebih cantik dan gaul. Bahkan saya merasa malu ketika nongkrong di suatu tempat yang biasa dibilang “tongkrongan anak gaul” dengan menggunakan hijab dan saya sependapat dengan pendapat “lebih baik orang yang tidak berhijab tetapi mempunyai akhlak yang baik dari pada orang yang berhijab tetapi tidak berakhlak”. Bahkan kala itu saya sempat membenci orang-orang yang berhijab karena menurut saya mereka semua adalah munafik.
Akan tetapi, setelah saya memasuki bangku perkuliahan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pola fikir itupun sedikit demi sedikit berubah seiring berjalannya waktu dan pertambahan pengalaman saya sebagai orang islam. Alhamdulillah disini saya mendapatkan banyak pengalaman dan pelajaran yang bisa saya ambil hikmahnya dan saya mendapatkan teman-teman yang baik dan selalu mengajak saya kepada kebenaran.
Sekarang saya melihat orang yang memakai hijab dengan rapih dan bersih terlihat lebih cantik dan mempunyai aura positif dalam dirinya dan dengan menggunakan hijab wanita akan lebih dihormati dan terhindar dari pelecehan seksual. Perlu kita ketahui bahwa memakai hijab adalah tanda ketaatan wanita shalihah dan merupakan identitas seorang muslimah. Manfaat lainya yaitu melindungi tubuh dan kulit dari radiasi ultraviolet dan hijab juga bisa menjadi peluang bisnis yang dahsyat.
Orang yang berhijab tidak perlu malu untuk nongkrong di “tongkrongan anak gaul” selama punya budget untuk nongkrong. Cantik itu relatif ko, apalagi dengan menggunakan hijab pasti akan terlihat lebih cantik dan akan mendapatkan manfaat yang telah saya uraikan di paragraf sebelumnya.

 “Lebih baik orang yang tidak berhijab tetapi mempunyai akhlak yang baik dari pada orang yang berhijab tetapi tidak berakhlak” kata siapa? Jangan takut bila ada yang mengatakan ini kepada kamu hijabers, karena sebenarnya mereka hanya ingin membela dirinya sendiri dan minimal kamu sudah satu langkah lebih baik dari pada mereka yang belum memakai hijab, karena kamu telah melaksanakan salah satu perintah Allah.
Saat ini saya berpendapat bahwa tidak semua orang yang berhijab adalah orang yang munafik karena pada dasarnya semua orang baik yang berhijab atau tidak semua tergantung pribadi masing-masing. Yang terpenting adalah kita melaksanakan perintah Allah yang tertera dalam al-Qur’an surat al-Ahzab ayat 59 yang artinya: “Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istri, anak-anak perempuan dan istri-istri orang Mukmin, Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali, oleh sebab itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha Penyayang.”
Mungkin cukup sekian berbagi pengalaman dari saya semoga bermanfaat bagi pembaca dan mohon kritik, saran dan komentarnya. Kurang dan lebihnya saya mohon maaf.


Wassalamualaikum wr wb

Pengalaman Saya Memahami Surat al-Mulk


Ismi Khumairoh Iskandar
1112051000012
 

            Surat al-Mulk adalah surat ke-67 yang terdiri dari 30 ayat dan termasuk surat makkiyyah ini akan memberi syafa’at pada hari kiamat bagi orang-orang yang selalu membacanya dan merenungkan artinya, seperti hadist yang diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a bahwa Rasulullah s.a.w bersabda:
سُورَةٌ مِنَ الْقُرْآنِ ثَلاَثُونَ آيَةً تَشْفَعُ لِصَاحِبِهَا حَتَّى يُغْفَرَ لَهُ {تَبَارَكَ الَّذِى بِيَدِهِ الْمُلْكُ}. وفي رواية: فأخرجته من النار و أدخلته الجنة »
Artinya: “Satu surat dalam al-Qur’an (yang terdiri dari) tiga puluh ayat (pada hari kiamat)  akan memberi syafa’at (dengan izin Allah Ta’ala) bagi orang yang selalu membacanya (dengan merenungkan artinya) sehingga Allah mengampuni (dosa-dosa)nya, (yaitu surat al-Mulk): “Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan/kekuasaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu”. Dalam riwayat lain: “…sehingga dia dikeluarkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga”.

Dalam memahami surat ini saya harus membacanya berulang kali karena ditakutkan adanya kesalahpahaman dalam memahami isi surat ini. Setelah saya membaca dan memahami ayat demi ayat dalam surat al-Mulk ini saya baru mengerti mengapa rosul pernah bersabda bahwa orang yang selalu membaca surat al-Mulk dan merenungkan artinya maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya itu karena surat al-mulk menjelaskan tentang kekuasaan Allah atas segala sesuatu dan Ia lah sang pencipta langit dan bumi beserta isinya dan Ia akan memberikan azab kepada orang-orang yang ingkar kepadaNya dan apabila kita renungkan maka kita akan terus bersyukur, beriman dan mengakui bahwa hanya Allah lah sang pencipta Yang Maha Kuasa, Maha Perkasa, Maha Pengasih, Maha Melihat dan Maha Mengetahui, sehingga kita akan selalu berada dalam kebenaran dan merasa takut untuk berbuat kemungkaran, rasa takut ini lah yang membuat kita memperoleh ampunan dan pahala yang besar.
Dalam surat ini dijelaskan pula tentang ilmu hari kiamat yang hanya ada pada Allah yaitu wajah orang-orang kafir menjadi muram karena mendapatkan azab yang pedih dan hanya Allah yang dapat melindungi orang-orang kafir dari azab yang pedih karena Allah maha Pengasih. Pengalaman saya yaitu ketika saya menonton filem “2012” yang konon akan terjadinya kiamat pada tahun 2012. Sebagai orang islam sangat sesat apabila kita mempercayai filem ini karena jelas dalam surat ini dijelaskan bahwa hanya Allah yang mengetahui kapan hari kiamat itu akan terjadi dan dalam al-Qur’an telah dijelaskan tentang tanda-tanda menjelang hari kiamat. Maha Benar Allah atas segala firmanNya.